Langsung ke konten utama

Postingan

too much things in my mind!

saya termasuk orang yang tidak bisa lihat berita2 kriminal yang berkaitan dengan anak, kemiskinan dan anak tidak mampu sekolah, pokoknya anything related to children, i wouldnt have a heart of that! sejak melahirkan dan mempunyai 2 putri, saya betul2 berubah. Yang tadinya saya tidak menyukai anak kecil, kini mereka menjadi kesayangan saya, anak siapapun dan dimanapun. concern saya mengenai anak lebih dikarenakan saya merasa mereka adalah mahluk lemah yang perlu banyak bimbingan dan perllindungan orang dewasa. Tidak bisa dihakimi, tidak bisa disakiti. Mereka tidak minta untuk dilahirkan, mereka ada karena orang dewasa. Tapi yang terjadi akhir-akhir ini sangat menyesakan dada, hampir setiap hari berita di koran mengenai penyiksaan terhadap anak, di lampu merah pemandangan ibu-ibu yang membawa oroknya untuk mengemis atau anak kecil yang mengamen menjadi hal yangtidak aneh. Setiap melihat itu, saya sedih dan tidak bisa berhenti memikirkan solusi apa yang bisa membuat para ibu itu sad...

DEWI

entah kenapa dari kemarin aku ingin sekali menulis sesuatu di blog mengenai DEWI. kenapa dewi? iya itu sebuah nama, nama banyak orang. lucu aja ketika menyadari aku memiliki banyak sahabat dengan nama DEWI, menginspirasiku untuk mengulas tentang mereka satu persatu.. DEWI, nama yang indonesiah sekali..hihi mungkin 20 persen wanita indonesia bernama DEWI. Aku hanya bingung saja, kenapa orang tua mereka tidak memilih nama lain yang lebih 'tidak pasaran' (hihi piss ah!), unique, dan , mempunyai arti. Dari wikipedia, aku mendapatkan definisi dewi adalah bentuk feminin dari DEWA, atau hasil googling : DEWI adalah mahluk yang dianggap suci yang mempunyai kekuatan yang besar atau mahluk yang dianggap bijak. aku punya beberapa teman dekat bernama DEWI, ada sekitar 3, itu yg terhitung dekat loh, belum termasuk teman yang biasa2 saja, teman2 kuliah, SMA, SMP, SD, dan ditempat lainnya seperti kursus, klub, tetangga, facebook dan lain lain. mungkin kalau dihitung kasar ada setidaknya 1...

kisah kembalinya teteh

aku sedang senang dan terharu, ternyata perkiraanku melesat. aku pikir teteh tidak akan kembali, tapi aku salah besar... ia kembali sesuai dengan janjinya, dan dengan senyumnya yang khas dan humble. semua berawal dari sini... jumat sore, bada maghrib, teteh menghampiriku teteh : ibu, saya mau ijin pulang sebentar, hanya sehari me : loh memang ada apa teh? teteh : saya kehabisan celana bu, celana saya ga kering karena hujan terus aku mikir lama..kok alasannya aneh ya...tapi ya sudahlah... me : pake celana saya aja teh, nanti saya kasih ya.. tapi kalo kamu memang tetep mau pulang ya sudah ibu ijinin tp cuma semalam kan? teteh : iya bu minggu pulang kok sabtu siang, teteh telah siap dengan tasnya yang sangat penuh sesak dengan baju2nya, dan kulihat lemarinya sudah kosong. me: loh teh, kok baju kamu bawa semua? katanya cuma sehari? teteh: iya bu, ini baju kotor semua... aku melongo (lagi)...bukankah dirumah ini ada mesin cuci plus pengeringnya otomatis tanpa harus membilas....